kiamat empat galaksi



"Empat galaksi besar saling bertabrakan, Kedahsyatan tubrukan, membuat bintang-bintang terlempar seperti serpih"

Awal Agustus ini dunia astronomi dikejutkan sebuah kejadian luar biasa. Empat galaksi besar yang berada di cluster galaksi CL0958+4702, berjarak 5 miliar tahun cahaya dari bumi saling bertabrakan. Tabrakan itu merobek jala-jala galaksi. Menceraiberaikan bintang, planet dan semua benda yang ada di dalam empat galaksi itu. Mengacaukan arah gravitasi dan lintasan orbit tiap benda di dalamnya. Dahsyatnya tabrakan ini bisa dimisalkan dengan empat gelas kaca berisi pasir yang saling ditubrukkan dengan kecepatan tinggi. Ribuan bahkan jutaan butir pasir akan terlempar ke segala arah, berikut serpih-serpih kaca gelas. Kedengarannya menyeramkan ya? Mirip kiamat. Tapi peristiwa yang direkam oleh Teleskop Angkasa Spitzer milik NASA ini bukanlah akhir dari kehidupan empat galaksi itu. Sebaliknya, mereka justru akan bergabung dan membentuk sebuah galaksi baru yang berukuran sepuluh kali Galaksi Bima Sakti. Melalui Teleskop Spitzer, para astronom ini tengah menyaksikan sebuah kehidupan baru lahir dan bertumbuh di alam semesta. Luar biasa



Kelahiran Galaksi
Bagaimana sebuah galaksi lahir, masih merupakan misteri. Namun, Stephen Hawking, fisikawan terbesar abad 20 mengungkapkan, galaksi mungkin lahir dari proses pengembangan alam semesta. Ketika alam terbentuk dan mengembang, di beberapa tempat akan terjadi perbedaan kerapatan (massa). Gravitasi menyebabkan daerah yang berkerapatan tinggi makin lambat mengembang dan mulai memampat (berkontraksi). Pemampatan inilah yang akhirnya melahirkan galaksi-galaksi.

Dalam tumbuh kembangnya, galaksi-galaksi ini akan saling mendekat dan bergabung. Galaksi yang bermassa lebih besar akan menghisap galaksi bermassa kecil. Bintang dan planet-planet akan terhisap masuk mirip mirip mie yang dihisap masuk mulut. Beberapa di antara galaksi juga akan saling menabrak dan membentuk satu galaksi baru.

Menurut hasil penelitian astronom Van Dokkum dan rekan-rekannya, diketahui 53 persen dari 126 galaksi terbesar yang berada pada jarak kurang dari 1 milyar cahaya dari Bima Sakti mempunyai bentuk tidak simetris. Ini merupakan petunjuk telah terjadi penggabungan pada galaksi-galaksi itu.
"Bila Anda mengamati simulasi komputer bagaimana penggabungan terjadi, maka terlihat gaya gravitasi menciptakan jalur bintang yang terkoyak dari penggabungan," Van Dokkum menjelaskan,"Bentuk yang tidak biasa ini bisa menjadi petunjuk bahwa telah ada gangguan terhadap mereka."


Setelah Tabrakan
Lalu apa yang akan terjadi pada empat galaksi yang saling menabrak di cluster CL0958+4702 awal bulan ini? Indikasi paling kuat adalah, akan munculnya lubang hitam. Kekuatan goncangan akibat tumbukan antar galaksi akan menimbulkan gelombang kejut. Merubah kedudukan sebagian besar bintang-bintang raksasa menjadi tidak beraturan. Dalam perjalanannya selama jutaan tahun kemudian akan berevolusi menjadi bintang-bintang neutron atau lubang hitam.

(nationalgeographic/kompas.com/tempo/Maya)

Lubang Hitam
Lubang hitam (black hole) merupakan salah satu misteri alam semesta yang belum terpecahkan hingga sekarang. Bahkan fisikawan sekaliber Stephen Hawking saja sampai perlu waktu 30 tahun untuk merevisi teori awalnya tentang lubang hitam. Itupun belum terjelaskan secara maksimal.

Lubang hitam terbentuk ketika sebuah bintang yang besar dan padat (masif, berukuran 8-100 kali massa matahari) meredup dan mati dengan membakar seluruh tenaga nuklirnya. Saat itu terjadi reaksi fusi nuklir pada pusatnya yang membuat partikel-partikel gas tidak tertarik ke pusat bintang oleh gravitasinya sendiri. Jika bahan bakar reaksi fusi habis, gaya dorong ke luar tidak lagi dihasilkan. Akibatnya, partikel-partikel gas akan tersedot ke pusat gravitasi dan menekan seluruh massa bintang jadi lubang hitam. Gravitasi yang dihasilkan sangat kuat. Saking kuatnya, bahkan bisa menyedot apa saja, bahkan cahaya. Benda ini sangat gelap, sehingga sulit dilihat. Astronom hanya bisa mengetahui keberadaan lubang hitam dari benda-benda yang mengitarinya. Bila ada bintang mengelilingi sesuatu yang tak kelihatan, bisa diprediksikan, itulah lubang hitam. Lubang hitam terdekat dari kita bernama Cygnus X-1, ditemukan tahun 1971. Letaknya di konstelasi Cygnus.

Sampai saat ini Lubang Hitam merupakan objek terkuat di jagad raya. Jika kamu mendekati Lubang Hitam, hanya dari jarak 600 ribu km dari pusatnya saja, gravitasi akan langsung menarikmu. Semakin mendekati pusatnya, daya tarik itu semakin kuat. Kekuatan tarikannya bahkan mampu merobek tubuh tanpa disadari. (cdc.eng.ui/fisikanet/fokus.co.id/geeks.netindonesia/Maya)

Bahkan Galaksi pun Tawaf
Galaksi-galaksi di alam semesta, telah melewati proses tumbuh kembang selama miliaran tahun. Setelah alam tercipta melalui sebuah ledakan besar (Big Bang), benda-benda langit mulai terbentuk. Debu-debu dan gas berkumpul, berputar cepat, berpendar atau memadat hingga akhirnya menjadi bintang dan planet. Benda langit yang bermassa lebih besar menarik yang bermassa kecil untuk bergabung dengannya. Ada kalanya benda bermassa kecil ini melawan si besar, tidak mau ikut bergabung. Akhirnya terjadilah tarik menarik antara keduanya. Tarik menarik ini memaksa si kecil mengelilingi si besar. Inilah yang kita sebut lintasan orbit. Sebagai contoh, matahari merupakan benda langit bermassa paling besar di tata surya kita. Planet-planet disekelilingnya, sebagai yang bermassa kecil mengorbit matahari.
Sedangkan bulan mengorbit bumi, karena massanya lebih kecil.

Ternyata matahari yang kita kenal ini juga mengorbit benda langit yang massanya lebih besar. Tak diketahui apa nama benda langit ini. Dalam perjalanan orbitnya, matahari membawa serta semua pasukannya (planet-planet dan satelit). Benda langit yang dikelilingi matahari ini pun mengorbit benda yang lebih besar lagi. Begitulah, setiap benda di langit seperti sudah diatur untuk melakukan tawaf (mengelilingi sesuatu seperti jemaah haji mengelilingi ka’bah).

Kita mengenal galaksi sebagai kumpulan bintang, planet dan benda-benda langit lain. Setiap galaksi tegak kukuh dan seimbang. Tak satupun dari anggotanya yang bercerai berai. Keseimbangan ini disebabkan oleh adanya materi gelap (dark matter) yang mengikat semua benda di galaksi. Disebut materi gelap, karena tak bisa dideteksi oleh penglihatan. Hanya bisa dirasakan kehadrannya lewat atom-atom yang dikandungnya.

Materi gelap ini menyertai galaksi dalam perjalanannya. Jangan salah lho, milyaran galaksi di alam ini juga mengorbit sesuatu yang massanya lebih besar. Dalam perjalanannya, terkadang lintasan galaksi-galaksi ini saling memotong hingga terjadilah tabrakan. Tabrakan ini akan menceraiberaikan seluruh penghuni galaksi. Memunculkan galaksi baru yang lebih besar. Ada satu galaksi yang dibentuk dari puluhan tabrakan atau penggabungan. Galaksi superbesar ini dinamai Galaksi Monster.



Intip-Intip Galaksi
Banyak hal menarik seputar galaksi. Yuk kita lihat beberapa di antaranya.
Ternyata ada juga galaksi yang nggak punya bintang en planet. Lho, kok bisa? Ya, bisa lah. Suka-suka penciptanya dong, mau bikin yang ada bintang maupun enggak Beberapa waktu lalu para astronom dari Universitas Cardiff menemukan sebuah galaksi gelap. Saking gelapnya cuma bisa didetaksi oleh gelombang radio. Jaraknya sekitar 50 juta tahun cahaya dari bumi. Terletak di gugusan galaksi Virgo. Di galaksi ini, peneliti menemukan massa atom-atom hidrogen yang besarnya ratusan juta kali massa matahari. Galaksi misterius itu dinamai VIRGOHI21.

Ada beberapa bentuk galaksi. Yakni elips, spiral dan irrengular (tidak beraturan). Ada juga ada diantara galaksi itu yang berbentuk berudu, dinamakan Galaksi Berudu. Sebenarnya galaksi itu awalnya berbentuk ellips. Namun, karena bertabrakan dengan galaksi lain, akhirnya salah satu lengan spiralnya menjadi panjang menyerupai ekor berudu.

Bima Sakti alias Milky Way adalah nama galaksi tempat Bumi tinggal. Galaksi ini berbentuk spiral. Panjang diameternya adalah 100.000 tahun cahaya. Jumlah bintang-bintang di dalamnya diperkirakan mencapai 300 juta bintang. Wah, luar biasa besar ya. Satu galaksi saja bintangnya sebanyak itu. Lalu seberapa besar jagad ini? Jumlah galaksinya saja konon mencapai miliaran.

Saat ini Galaksi Bima Sakti tengah ‘melahap’ galaksi Sagitarius yang massanya 10.000 kali lebih kecil. Para penghuni galaksi ini sedikti demi sedikit tercerai berai, lalu ditelan oleh galaksi kita.
Tahun cahaya adalah satuan panjang yang didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun melewati ruang hampa udara. Satu tahun cahaya sama dengan 9,4607x1012 km. Konon, alam semesta yang dapat diamati radiusnya sekitar 13.700.000.000 tahun cahaya.
Galaksi Bima Sakti akan bertabrakan dengan Galaksi Andromeda yang berjarak 2,5 juta tahun cahaya dari bumi. Cemas? Jangan dulu, karena terjadinya masih empat miliar tahun lagi.


Sumber dikirim oleh: alunk putra .dunuaku adakah surgaku
http://wwwalunk-pasundan.blogspot.com/2010/04/kiamat-empat-galaksi.html